Very Judo salah satu anggota YNKI melakukan panen jagung yang ditanam di lahan gambut pada 05/02/2022. Demplot tanaman jagung varietas betras didukung oleh PT Bintang Asia (vendor bibit betras). Jagung ini akan diolah menjadi jagung pipil dan digunakan sebagai pakan ternak. Target pemasaran jagung yang sudah dipanen Pak Very akan dijual ke peternakan ayam dengan harga beli Rp. 5.500/kg.

Dilansir dari Antara Kalbar, Pemprov Kalbar menyatakan saat ini permintaan jagung sebagai pakan ternak di Kalimantan Barat memerlukan sebanyak 340 ribu ton per tahun, namun hanya 210 ribu ton yang mampu dipenuhi oleh petani lokal. Pemenuhan permintaan jagung ini juga baru terpusat dari Kabupaten Bengkayang.

Kurangnya jumlah ketersediaan jagung pipil sebagai pakan ternak ini menjadi peluang bagi petani jagung untuk meningkatkan produktivitas jagung pipil di Kalbar. Upaya peningkatan produksi jagung dapat dilakukan dengan cara penambahan luas area tanam dan perawatan kebun dengan intensif, penguatan kelembagaan kelompok tani.

Sebelum menanam jagung Pak Very juga menanam cabai tetapi tidak berhasil/gagal, dan mencoba untuk memulai menanam jagung. Jagung ini memiliki durasi tanam selama 95 hari dan menghasilkan 700 kg jagung dengan perawatan yang dilakukan pada jagung meliputi pemupukan, pengendalian hama, penyiangan dan pendangiran.

Jagung pipil ditanam di lahan bekas cabai sebelumnya, untuk persiapan lahan Pak Very sudah menggunakan mesin pertanian (cultivator), lalu aplikasi dolomit untuk proses persiapan lahan untuk menyuburkan tanah. Dalam proses perawatan Pak Very menggunakan 5 jenis pupuk (Urea, TSP, NPK, KCL dan rendaman kotoran ayam) dengan masing-masing dosis yang digunakan selama kurang lebih 3 bulan.

3-5 hari sebelum panen Pak Verry menyarankan untuk membuka kulit jagung agar membantu proses pengeringan. Ia juga mengatakan jika panen yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan, karena akan berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. Hanya saja dalam penanaman ini, Pak Very mengaku masih terkendala dengan kurangnya tenaga kerja dan pengendalian hama.