Share

Program Manajer TFCA Kalimantan di YNKI, Putri Lestari (kedua dari kiri, Red), didampingi awak YNKI, Raymundus (kiri), Dwi Anggradini Putri (ketiga dari kiri), Zulfa Lailia Hauro (keempat dari kiri), Lilin Dwi Evelyn (kanan), dan Yuliantini (kedua dari kanan) di pelatihan manajemen program TFCA Kalimantan dalam jaringan (Daring) bersama Yayasan Kehati Jakarta di kantor YNKI di Pontianak, Senin, 20 April 2021. (Foto: Mahmudi/Natural Kapital)
Pontianak, naturalkapital.or.id. Yayasan Natural Kapital Indonesia (YNKI) mengikuti pelatihan dan penyegaran pengelolaan dana hibah siklus ke-6 program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan. Pelatihan yang digelar secara daring (online) ini resmi dibuka, staf mengikuti dari kantor YNKI Pontianak pada Senin, 20 April 2026. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan Herman Suparman Simanjuntak, perwakilan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) dari Jakarta, sebagai narasumber utama.
🌿 Apa Itu TFCA Kalimantan?
Herman Suparman Simanjuntak menjelaskan bahwa TFCA Kalimantan merupakan program kerja sama melalui skema pengalihan utang (debt for nature swap) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat. Program ini bermitra dengan The Nature Conservancy (TNC) dan Yayasan WWF Indonesia, dengan Kehati sebagai administrator program TFCA Kalimantan.
“Program ini memfasilitasi upaya konservasi, perlindungan, restorasi, dan pemanfaatan hutan tropis secara lestari di Indonesia,” ungkap Herman.
Beberapa wilayah yang menjadi sasaran program ini di antaranya:
- Kalimantan Timur: Program Karbon Hutan Berau (PKHB) di Kabupaten Berau, serta Heart of Borneo (HoB) di Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
- Kalimantan Barat: Kapuas Hulu, Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya (lokasi tugas YNKI).
- Kalimantan Tengah: Lamandau.
🤝 12 Mitra Penerima Hibah Siklus 6
Melalui proses seleksi yang ketat, Dewan Pengawas TFCA Kalimantan pada Januari 2026 telah menyetujui 12 mitra sebagai penerima hibah siklus ke-6. Mereka tersebar di berbagai kabupaten di Kalimantan:
| No | Nama Mitra | Wilayah Tugas |
| 1 | Perkumpulan Aliansi Lestari Rimba Terpadu (AleRT) | Kutai Barat (Kaltim) |
| 2 | Perkumpulan Gemawan | Kapuas Hulu (Kalbar) |
| 3 | Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara (YRJAN) | Kayong Utara & Kapuas Hulu (Kalbar) |
| 4 | Konsorsium Padi Parakarsa Menapak | Samarinda & Berau (Kaltim) |
| 5 | Kanopi | Berau (Kaltim) |
| 6 | Konsorsium Nastari Nusantara – Perkumpulan Selaras Alam (PSA) | Berau (Kaltim) |
| 7 | Yayorin | Lamandau (Kalteng) |
| 8 | Borneo Nature Foundation (BNF) | Palangkaraya & Katingan (Kalteng) |
| 9 | Yayasan Natural Kapital Indonesia (YNKI) | Kubu Raya (Kalbar) |
| 10 | YK RASI | Samarinda & Kutai Barat (Kaltim) |
| 11 | YIARI | Ketapang & Melawi (Kalbar) |
| 12 | Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura | Sanggau & Bengkayang (Kalbar) |
“Meskipun beberapa mitra pernah menjadi penerima hibah TFCA Kalimantan pada siklus sebelumnya, mereka tetap membutuhkan penyegaran,” timpal Herman.
🎯 Tujuan Pelatihan: Bukan Sekadar Administrasi
. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mitra dalam tiga aspek utama:
- Pelaksanaan teknis kegiatan TFCA Kalimantan di lapangan.
- Pengelolaan hibah secara profesional dan akuntabel.
- Administrasi keuangan yang benar, sesuai dengan panduan TFCA Kalimantan
“Pelatihan dilakukan secara daring dengan metode workshop untuk administrasi dan keuangan, serta coaching one on one demi penyempurnaan rencana kerja tahunan (RKT) dan project management plan (PMP),” tegas Herman.
📈 Hasil yang Diharapkan
Dengan pelatihan ini, Kehati berharap seluruh mitra siklus 6 mampu:
- Menyempurnakan perencanaan, evaluasi kegiatan RKT dan PMP.
- Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan dengan benar.
- Merancang monitoring dan evaluasi (Monev) yang sistematis.
“Mitra mampu mengelola hibah dan menyusun serta menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan panduan pengelolaan keuangan dan administrasi hibah TFCA Kalimantan,” pinta Herman.
Dengan bekal pelatihan ini, YNKI dan 11 mitra lainnya siap mengimplementasikan program hibah TFCA Kalimantan Siklus 6 secara profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi konservasi hutan serta kesejahteraan masyarakat di Kalimantan.
Penulis: Mahmudi
Editor: Thomas Irawan Sihombing
Sumber: Pelatihan Daring TFCA Kalimantan Siklus 6, 20 April 2026
