Thomas Irawan Sihombing

Social & Economic Development and Public Policy

Thomas Irawan Sihombing, lahir di kota Medan, 15 Juni 1958. Dilahirkan dari keluarga Polisi, dan dibesarkan di Ambon, Maluku. Masa kecil berpindah-pindah karena mengikuti Ayah bertugas. Menempuh Sekolah Dasar di SD Tanah Tinggi Ambon, SD Mardi Yuana Sukabumi, dan SD Priangan Bandung ( lulus tahun 1970); SMP Santo Aloysius Bandung (lulus tahun 1973), SMA Santo Aloysius Bandung (lulus tahun 1976); dan menyelesaikan studi Perguruan Tinggi di Institut Teknologi Bandung, Fakultas Teknologi Mineral, Jurusan Teknik Pertambangan pada tahun 1985. Sejak lulus sampai tahun 1995 bekerja di beberapa perusahaan swasta. Pengalaman pengorganisasian petani dimulai ketika terlibat sebuah LSM di Pontianak, Yayasan Dian Tama pada tahun 1994, dan bergabung dengannya pada tahun 1996. Mulai berkegiatan di danau Sentarum dimulai tahun ketika bergabung dengan Yayasan Riak Bumi pada tahun 2003. Keterlibatan dengan Aliansi Organis Indonesia (AOI) di mulai pada tahun 2005, ketika inisiasi penerapan ICS dilakukan di Taman Nasional danau Sentarum . Pada tahun 2009, bersama beberapa penggiat LSM di Pontianak, mendirikan sebuah perkumpulan bernama Perkumpulan KABAN agar dapat lebih memusatkanperhatian pendampingan untuk pengorganisasian petani madu hutan di Kapuas Hulu. Kegiatan pengorganisasian petani madu hutan di Kapuas Hulu berlangsung mulai tahun 2003 sampai 2018. Selama masa itu, terlibat erat dengan komunitas madu hutan Kapuas Hulu, rekan-rekan LSM, Balai Taman Nasional betung Kerihun dan Danau Sentarum dan pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, pernah menjadi anggota Kelompok Kerja Pengembangan Mandu Hutan, Sistem Inovasi Daerah Kapuas Hulu 2012-2013, dan menjadi koordinator proyek Pengembangan Madu Hutan Kapuas Hulu TFCA AOI dari tahun 2014-2016, dan menjadi koordinator proyek Pemanfaatan Energi Terbarukan Kapuas Hulu MCAI Konsorsium Dian Tama dari tahun 2016-2018. Saat ini bergabung bersama kawan-kawan Yayasan Natural Kapital dan mulai memberikan perhatian kepada pemeliharaan lingkungan melalui perspektif yang lebih luas dari pengorganisasian komunitas petani, yaitu melalui perspektif ekonomi dan sosial dalam suatu bentang alam. Salah satu yang berkesan sejak berberkegiatan bersama komunitas dan LSM sampai sekarang adalah semangat para penggiat yang dijumpai di sepanjang perjalanan, seperti yang dikatakan oleh salah seorang penggiat kita selalu meningkatkan kesetiakawanan untuk saling menunjukkan keunggulan dalam pelayanan .