Tiga Buah Sarang Orang utan ditemukan di Kalibandung

Penemuan sarang orangutan kelas satu di kawasan bekas illegal logging di Hutan Desa Kalibandung

Tiga buah sarang Orang utan kelas satu ditemukan di HD Kalibandung. Peristiwa langka itu terjadi saat LPHD Kalibandung, YNKI dan JARI Borneo Barat mengadakan patroli hutan di dusun teluk inggris, Kalibandung, Sabtu (14/11).

3 sarang yang ditemukan menunjukan indikasi milik seorang induk dan anaknya yang masih belajar membuat sarang. Sementara satu sarang lain merupakan sarang peristirahatan milik orang utan remaja.

“Sarang ini kemungkinan dibuat tadi sekitar jam 10 pagi untuk mereka (orang utan) beristirahat siang, jadi mungkin posisi mereka sekarang dalam radius sekitar 1 km,” ungkap Usman, Ketua LPHD Kalibandung.

Orang utan kembali bersarang di kawasan tersebut setelah dua bulan lalu pihak kepolisian mengadakan operasi penindakan illegal logging yang menyebabkan praktek illegal logging terhenti. Berkurangnya aktivitas manusia di sekitar itu membuat Orangutan berani kembali beraktivitas dan membuat sarang.

Penemuan sarang tersebut menjadi bukti bahwa Hutan Desa Kalibandung, khususnya yang masuk dalam kawasan Hutan Lindung masih menjadi habitat bagi Orang utan.

Menurut IUCN, Orang utan termasuk dalam kategori kritis / Critical Endangered (CR), yaitu satu tahap sebelum kepunahan di alam liar atau dua tahap sebelum kepunahan. Hingga kini, di Kalimantan Barat tersisa 20.330 individu orangutan di Kalbar, 4.520 individu merupakan sub spesies pongo pygmaeus pygmaeus dan 15.810 sub spesies pongo pygmaeus wurmbii (kompas.com, 2019).

Penurunan populasi Orang utan ini salah satunya diakibatkan kehilangan habitat, pembalakan liar, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan Orangutan untuk menjadi satwa peliharaan.