Petani di Kalibandung Alami Gagal Panen

Sawah seluas 40 ha di Dusun Pulau Maju, Desa Kalibandung mengalami gagal panen. Foto: Natural Kapital

Cuaca ekstrim berupa curah hujan yang tinggi ditambah pasang surut air laut merendam kawasan persawahan di Dusun Pulau Maju, Desa Kalibandung. Akibatnya, sawah seluas 40 ha yang terletak di dekat Sungai Kapuas itu diprediksi mengalami gagal panen dan hanya sebagian kecil yang bisa diselamatkan.

Padi yang ditanam oleh masyarakat Dusun Pulau Maju, Desa Kalibandung secara umum masih merupakan padi dengan metode konvensional yang belum menggunakan pupuk, baik organic maupun kimia. Selain itu juga belum dilakukan pengolahan tanah yang lebih lanjut.

Produktivitas sawah pun masih terbilang rendah. Menurut pengakuan masyarakat, gabah yang didapat dari panen tahun sebelumnya rata-rata sebesar 3 ton perhektar.

Sementara itu bantuan yang pernah dikucurkan oleh pemerintah untuk komoditas padi baru sebatas pembangunan tanggul air sungai yang kini tak mampu membendung pasang surut yang masuk.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan, petani yang mengalami gagal panen itu mengandalkan hasil panen tahun sebelumnya yang masih tersisa.