Categories: News Features
Perwakilan BEM Untan & Direktur YNKI Haryono

Perwakilan BEM Untan (dari kiri ke kanan) Adel Suciandayani dari FKIP, Nur Halizawati dari Fisip, dan Nia Ramadhani dari Fisip, diterima Direktur YNKI, Haryono (kanan) di kantor YNKI di Pontianak, Selasa, 19 Mei 2026. (Foto: Mahmudi/Natural Kapital)

Pontianak, naturalkapital.or.id. Menyambut peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak mengusung tajuk “Eco Creative Lingkungan” . Rombongan BEM Untan bertandang ke kantor Yayasan Natural Kapital Indonesia (YNKI) di Pontianak pada Selasa, 19 Mei 2026, untuk menjalin sinergi dan berbagi gagasan.

Kontingen BEM Untan dipimpin oleh Nur Halizawati (Fisip Untan), didampingi Adel Suciandayani (FKIP Untan) dan Nia Ramadhani (Fisip Untan). Mereka disambut langsung oleh Direktur YNKI, Haryono, beserta tim dan relawan Natural Kapital.


🌍 Mengapa Eco Creative Lingkungan?

Nur Halizawati menjelaskan bahwa kunjungan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap permasalahan lingkungan yang semakin kompleks, terutama peningkatan jumlah limbah dari barang bekas yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Lingkungan hidup saat ini menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya peningkatan jumlah limbah dari barang bekas yang belum dimanfaatkan optimal,” ujar Nur Halizawati.

Ia menambahkan bahwa kurangnya kesadaran dalam mengelola limbah dan memanfaatkan potensi bahan di sekitar menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga melibatkan kreativitas dan partisipasi aktif.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang jatuh pada 5 Juni mendatang mengusung tema global Climate Action (Aksi Iklim) dengan kampanye utama #SekarangUntukIklim atau #NowForClimate. Momen ini dinilai sebagai momentum yang tepat untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan.


🎨 Lomba Kerajinan dari Bahan Alam dan Bekas

Berdasarkan semangat tersebut, Kementerian Sosial Masyarakat BEM Untan akan menyelenggarakan lomba pembuatan kerajinan tangan dari bahan alam dan barang bekas. Kegiatan ini diberi nama Eco Creative Lingkungan, yang merupakan program kerja Kementerian Sosial Masyarakat BEM Untan periode 2026/2027.

Kegiatan ini mengusung tema “Wujudkan Cinta pada Bumi Lewat Karya dan Kreativitas Tanpa Batas” .

Detail Kegiatan:

  • 📅 Hari/Tanggal: Minggu, 24 Mei 2026
  • 📍 Tempat: Gedung Konferensi Untan Pontianak
  • 👥 Peserta: Pegiat lingkungan dari mahasiswa Untan, pelajar SMA/sederajat, dan masyarakat umum
  • 🎯 Target: 20 tim (5–7 peserta per tim)

Rangkaian Acara:

  1. Penyampaian materi oleh narasumber tentang pentingnya menjaga lingkungan, pemanfaatan limbah secara kreatif dan inovatif.
  2. Lomba pembuatan kerajinan tangan dari bahan alam dan barang bekas.
  3. Pemberian penghargaan kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

🌱 Dukungan Penuh dari YNKI

Direktur YNKI, Haryono, menyambut baik inisiatif BEM Untan ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengembangkan kreativitas berbasis lingkungan sejak dini.

“Semoga kegiatan Eco Creative Lingkungan BEM Untan dapat terselenggara dan terlaksana dengan baik dan bermanfaat,” ujar Haryono.

Haryono, yang juga merupakan mantan Ketua Sylva Indonesia Pengurus Cabang Untan Pontianak dan lulusan Fakultas Kehutanan Untan, menekankan pentingnya membiasakan perilaku ramah lingkungan melalui penerapan prinsip 3RReduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).

“Prinsip 3R ini merupakan hierarki strategi pengelolaan sampah yang bertujuan untuk meminimalkan limbah dan melestarikan lingkungan. Ketiga langkah ini secara berurutan adalah kunci utama dalam praktik gaya hidup ramah lingkungan,” kupas Haryono.


💡 Harapan untuk Masa Depan

Kolaborasi antara BEM Untan dan YNKI ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pegiat lingkungan dalam menghadapi krisis iklim. Dengan melibatkan kreativitas dan partisipasi aktif, diharapkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan dapat tertanam kuat, terutama di kalangan generasi muda.


Penulis: Mahmudi
Editor: Anas Nasrullah