Share

Staf ahli YNKI, Yuliantini (tengah), didampingi PM Program YNKI-Yayasan Kehati, Putri Lestari (kanan), muhibah mesra bertajuk penyampaian dimulainya program TFCA Kalimantan, diterima Kades Limbung, Wiyono (kiri) di ruang kerjanya di Kantor Desa Limbung, Sungai Raya, KKR, Kalimantan Barat, Rabu, 29 April 2026. (Foto: Mahmudi/Natural Kapital)
Kubu Raya, naturalkapital.or.id. Tim Yayasan Natural Kapital Indonesia (YNKI) melaksanakan kunjungan muhibah ke Pemerintah Desa (Pemdes) Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat, pada Rabu, 29 April 2026. Kunjungan ini bertujuan menyampaikan kabar gembira bahwa Desa Limbung terpilih menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program TFCA Kalimantan yang akan berlangsung selama dua tahun, mulai April 2026 hingga Maret 2028.
📋 Persiapan dan Keberangkatan Tim
Pukul 08.00 WIB, tim YNKI mulai berkumpul di kantor pusat di Kota Pontianak. Tim yang bertugas ke Desa Limbung terdiri dari Yuliantini (Kepala Rombongan), Putri Lestari (Program Manager), dan Mahmudi (staf komunikasi). Sementara itu, tim lain yang dipimpin Zulkifli HZ menuju Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang.
Sebelum berangkat, tim melakukan pengecekan akhir terhadap materi yang akan disampaikan, termasuk selayang pandang program TFCA Kalimantan yang fokus pada tiga desa gambut sasaran: Limbung, Pasak Piang, dan Kubu Padi.
Rapat koordinasi terakhir berlangsung pukul 08.30 WIB. Putri Lestari bertindak sebagai pranatacara yang mengawal jalannya diskusi, sementara Mahmudi bertugas sebagai notulen, fotografer, dan menjaga perekam suara tetap aktif.
Pukul 09.00 WIB, tim berangkat menuju Kantor Desa Limbung yang berlokasi di Jalan Merdeka II, Sungai Raya (kode pos 78391). Perjalanan sempat mengalami sedikit kemacetan akibat adanya wisuda di Auditorium Universitas Tanjungpura, namun tetap berlangsung aman dan terkendali.
Pukul 10.00 WIB, tim tiba di Kantor Desa Limbung dan disambut hangat oleh Kepala Urusan Pemerintahan Desa, kemudian dipersilakan masuk ke ruang kerja Kepala Desa Wiyono. Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah kepala dusun, sekretaris desa, dan jajaran perangkat desa lainnya.
🎤 Sesi Pertemuan: Menyampaikan Kabar Gembira
Yuliantini, selaku kepala rombongan sekaligus pembicara utama, menyampaikan bahwa wilayah Desa Limbung masuk dalam program TFCA Kalimantan yang dioperatori Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) Jakarta dan dilaksanakan oleh YNKI. Ia juga meminta kesediaan Pemdes Limbung untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tahap awal sebagai wakil dari warga desa.
“Kami menyampaikan informasi awal, sebelum dilaksanakannya sosialisasi resmi. Sosialisasi nanti akan dilaksanakan bersama Pemdes Limbung dan YNKI, dihadiri perwakilan kelompok masyarakat, serta menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya,” tutur Yuliantini di sela-sela kunjungan.
🌾 Harapan dan Dukungan dari Desa Limbung
Kepala Desa Wiyono menyambut baik program ini. Ia mengungkapkan bahwa banyak program pemberdayaan kawasan gambut di desanya yang sebelumnya dipangkas karena kebijakan efisiensi anggaran, padahal ancaman kebakaran hutan dan lahan gambut terjadi setiap tahun.
“Desa Limbung menjadi kawasan Bandara Internasional Supadio. Hanya Desa Kuala Dua yang berada tepat di area landasan pacu, tapi dampak asap dari kebakaran gambut di Limbung juga sangat terasa,” jelas Wiyono.
Ia berharap program TFCA Kalimantan yang dijalankan YNKI dapat memberikan solusi berkelanjutan bagi permasalahan kebakaran lahan sekaligus memberdayakan ekonomi warga melalui pengembangan agroforestri kopi Liberika – komoditas yang pernah menjadi kebanggaan desa di masa lalu.
🤝 Apresiasi dan Tindak Lanjut
Yuliantini, mewakili tim YNKI, mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Limbung atas sambutan hangat dan dukungannya terhadap program TFCA Kalimantan.
“Informasi positif ini akan kami sampaikan ke tim YNKI di Pontianak untuk dirapatkan dan ditindaklanjuti,” tutup Yuliantini.
Kunjungan muhibah ini menjadi langkah awal yang baik dalam membangun kolaborasi antara YNKI, Pemdes Limbung, dan seluruh warga desa untuk mewujudkan program mitigasi dan adaptasi iklim yang berdampak nyata.
Penulis: Mahmudi
Editor: Haryono
